
Rabu, 05 November 2008
Senin, 20 Oktober 2008
KEGAMANGANKU TERJAWAB SUDAH
kekhawatiranku kini terbukti, kebaikanmu hanya lips service belaka......
kini saatnya ijo royo-royo kembali bangkit...
dari mimpi buruknya....lawan kita sudah jelas...karena kau sudah menabuh genderang duluan....maafkan kami sobat yang masih punya tanggungjawab di KARSA dan setia tetap mendukung KARSA...kami harus berpisah di simpang jalan ini...namun tetap kita do'akan semoga tersadar dari mimpi di siang bolongmu.
kita sadar sesadar-sadarnya memang Gus ipul di usung dari partaimu (matahari terbit) namun klaim akhir-akhir ini bahwa kemenangnan KARSA adalah kemenangan PAN dan MUHAMMADIYYAH membuatku resah dan malu kepada jiwaku yang ijo royo-royo, kini aku sadar ternyata perjuangan yang kemarin di KARSA hanyalah ikut berandil membesarkan PAN dan underbownya. Untung aja kini aku disadarkan waktu....PERJUANGAN KAMI AKAN SIA-SIA JIKA SEANDAINYA TETAP BERJUANG UNTUK KARSA....KALAH ATAU MENANG aku tetap bangga untuk membela KAJI...... met bJUANG HIDUP IJO ROYO-ROYO
kini saatnya ijo royo-royo kembali bangkit...
dari mimpi buruknya....lawan kita sudah jelas...karena kau sudah menabuh genderang duluan....maafkan kami sobat yang masih punya tanggungjawab di KARSA dan setia tetap mendukung KARSA...kami harus berpisah di simpang jalan ini...namun tetap kita do'akan semoga tersadar dari mimpi di siang bolongmu.
kita sadar sesadar-sadarnya memang Gus ipul di usung dari partaimu (matahari terbit) namun klaim akhir-akhir ini bahwa kemenangnan KARSA adalah kemenangan PAN dan MUHAMMADIYYAH membuatku resah dan malu kepada jiwaku yang ijo royo-royo, kini aku sadar ternyata perjuangan yang kemarin di KARSA hanyalah ikut berandil membesarkan PAN dan underbownya. Untung aja kini aku disadarkan waktu....PERJUANGAN KAMI AKAN SIA-SIA JIKA SEANDAINYA TETAP BERJUANG UNTUK KARSA....KALAH ATAU MENANG aku tetap bangga untuk membela KAJI...... met bJUANG HIDUP IJO ROYO-ROYO
Kamis, 16 Oktober 2008
PADEPOKAN SUMUR GEMBUL GULING
INDONESIA HARUS KITA SELAMATKAN DARI SERANGAN BARAT LEWAT PEMBLOKIRAN SITUS-SITUS X, GIMANA SEPAKAT.....!!
Senin, 15 September 2008
Kamis, 11 September 2008
Rabu, 10 September 2008
Selasa, 09 September 2008
CALON PRESIDEN.....?

SEGUDANG TOKOH KITA PUNYA, NAMUN KENAPA SEMUANYA TIDAK MAMPU MEMBAWA NEGERI INI PADA KEDAMAIAN SEJATI....YA ALLAH AMPUNKAN SEGALA DOSA KAMI, HANYa DENGAN RIDLO-MU KAMI BISA HIDUP LEBIH BERMARTABAT....AMIEN. Kita udah biasa impor barang kebutuhan sehari-hari, haruskah kita impor pemimpin...misalnya kita plh kan aja Sultan Hasanah Bolkiah setahun....paling tidak kita bisa makmur kayak negerinya kali.....(siapapun anda yang baca haram marah, ini hanya di dunia khayal)
Senin, 08 September 2008
JANGAN BIARKAN NU KU PORAK PORANDA
Sabtu, 06 September 2008
maunya bukak-bukakan
Kedok mafia Senayan terlucuti satu persatu. Agus Condro yang mutakhir
tapi pasti bukan yang terakhir. Politisi PDIP ini sebelumnya 'tak
punya nama' di level nasional. Ia tiba-tiba berkoar kepada wartawan
soal dirinya menerima duit setengah miliar rupiah tapi sudah ludes.
Terutama buat beli 2 mobil. Sumpah, aku nggak kecipratan Rp 100 juta
pun. Duit itu, katanya, terkait terpilihnya Miranda S Gultom sebagai
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Yang dahsyat, ia menyeru supaya
ketua fraksinya, Tjahjo Kumolo, mengakui juga terima duit serupa.
Begitu juga untuk Emir Moeis, ketua panitia anggaran dari PDIP. Condro
adalah pahlawan, setidaknya begitu di Kompas. Tapi bolehlah ia disebut
bajingan insyaf. Entah apa motifnya, orang Batang yang semasa kuliah
di Solo aktiv di GMNI itu tentu lebih mendingan daripada jamaah mafia
Senayan lain yang sudah jelas menggarong tapi tetap merasa bersih.
Terpujilah Condro.
sayang kini kau di reshufle kena PAW...oleh partai naunganmu yang seharusnya pengayommu
namun kini kami semakin paham siapa sebenarnya yang Penipu Rakyat...edan zaman semakin edan..
tapi pasti bukan yang terakhir. Politisi PDIP ini sebelumnya 'tak
punya nama' di level nasional. Ia tiba-tiba berkoar kepada wartawan
soal dirinya menerima duit setengah miliar rupiah tapi sudah ludes.
Terutama buat beli 2 mobil. Sumpah, aku nggak kecipratan Rp 100 juta
pun. Duit itu, katanya, terkait terpilihnya Miranda S Gultom sebagai
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Yang dahsyat, ia menyeru supaya
ketua fraksinya, Tjahjo Kumolo, mengakui juga terima duit serupa.
Begitu juga untuk Emir Moeis, ketua panitia anggaran dari PDIP. Condro
adalah pahlawan, setidaknya begitu di Kompas. Tapi bolehlah ia disebut
bajingan insyaf. Entah apa motifnya, orang Batang yang semasa kuliah
di Solo aktiv di GMNI itu tentu lebih mendingan daripada jamaah mafia
Senayan lain yang sudah jelas menggarong tapi tetap merasa bersih.
Terpujilah Condro.
sayang kini kau di reshufle kena PAW...oleh partai naunganmu yang seharusnya pengayommu
namun kini kami semakin paham siapa sebenarnya yang Penipu Rakyat...edan zaman semakin edan..
khasanah ke NU an
Jumat, 05 September 2008
ketawa donk
Suatu hari Nasrudin pergi ke rumah hartawan untuk mencari dana. "Bilang sama tuanmu," kata Nasrudin kepada penjaga pintu gerbang, "Mullah Nasrudin datang, mau minta uang."
Sang penjaga masuk, dan kemudian ke luar lagi. "Aku khawatir, jangan-jangan, tuanku sedang pergi," katanya.
"Ke sini. Ini ada pesan untuk tuanmu," kata Nasrudin. "Meskipun ia belum memberi sumbangan, tapi tidak apa-apa, ini nasihat gratis buat tuanmu. Lain kali, kalau tuanmu pergi, jangan sampai ia meninggalkan wajahnya dijendela. Bisa-bisa dicuri orang nantinya."
Sang penjaga masuk, dan kemudian ke luar lagi. "Aku khawatir, jangan-jangan, tuanku sedang pergi," katanya.
"Ke sini. Ini ada pesan untuk tuanmu," kata Nasrudin. "Meskipun ia belum memberi sumbangan, tapi tidak apa-apa, ini nasihat gratis buat tuanmu. Lain kali, kalau tuanmu pergi, jangan sampai ia meninggalkan wajahnya dijendela. Bisa-bisa dicuri orang nantinya."
Rabu, 03 September 2008
Mimpi Indah Kami

Ini betul-betul suara hati nurani kami tanpa pretensi apapun.
kami juga tidak di donatori siapapun jadi jangan su'udzon dengan kami. kami hanya kumpulan orang yang merasa bahwa saatnya kita kaum yang konon berbasis massa yang besar, tapi kenapa kini terbuai dengan manisnya buah tetangga....ndak nyambung ta..?
Tapi yang jelas kami berharap kader sperti neng khofifah dan gus Ipul bisa bersanding di kantor gubernuran jawa timur demi bersatunya kita semua...............
kami TIDAK uforia

KAMI TIDAK INGIN PERJUANGAN KAMI SIA-SIA.......
BERSATULAH KEMBALI WAHAI TULANG YANG BERSERAKAN....
kami buta politik namun hati sanubari kami yang paling dalam menjerit manakala mendengar keluhan dan desahan kaum (baca, warga nahdliyyin) yang menyaksikan para panutannya saling berebut kedudukan dan jabatan. kami tidak paham apakah itu disebabkan ambisi pribadi mereka atau demi kemaslahatan umat..? tapi kami berdoa' semoga mereka berjuang benar-benar demi kemaslahatan umat. amien. ini benar-benar hanya kegelisahan kami yang masih merasa ijo royo-royo, tidak ada pretensi apapun dan tidak didanai siapapun, ketika kami tidak mendukung KARSA maka hati kami sedih karena di situ ada Gus Ipul namun sbaliknya bila tidak mendukung neng Fifah maka alam kenahdliyyian kami berontak, kalaupun toh KARSA pemenangnya maka kami tidak akan bisa berteriak lantang "Hidup Gus Ipul...! karena kita sadar-sesadar-sadarnya bahwa kendaraan gus ipul hanya pinjam...kalau memaksa berteriak lantang maka kami harus pakai topeng supaya tidak malu. maka beribu maaf kami mohonkan apabila kurang berkenan dumateng panjenangan sami bahwa kami hanya bisa berdo'a siapapun yang jadi mudah-mudahan Allah SWT. Meridloi sehingga akan maslahah bagi semua. hidup KHOFIFUL (khofifah dan Gus Ipul) wallahu a'lam bis showab.
Langganan:
Postingan (Atom)